Jujur, pada saat itu pun saya bahkan tak terlalu menyukai blog-blog lokal yang saya temui, yang kebanyakan isinya remeh-temeh, diary-ish, atau dalam istilah saya pribadi: ‘diare kata-kata’. Encer dan nggak penting.
Cuplikan ini saya temukan saat sedang blog-walking, dan accidentally singgah di rumah kata-kata Dee.
kalimat ini kembali membawa saya kepada perenungan, "untuk apa blog yang saya tulis ini?". ketika melihat ke belakang, saya merasa hanya seperti memindahkan isi diary kuno saya pada suatu media digital yang lebih canggih, namun secara konten, tetap saja itu curahan hati personal yang mungkin tidak membawa dampak apa-apa bagi yang membaca; kecuali fans saya (mungkin). :)
kembali dalam perenungan, sebenarnya apa tujuan hadirnya blog?
hingga saat ini saya masih meyakini hanya ada satu; berbagi.
memang tidak ada syarat khusus mengenai apa yang harus dibagikan. namun berbagi melibatkan 2 bahkan lebih pihak, tidak hanya satu saja. dan tentu, ketika ada lebih dari 2 oknum, timbulah interaksi.
interaksi yang mungkin sedianya menyangkut interest mengenai apa yang dibagikan.
seorang teman baik yang kerap saya panggil dengan julukan Nii-Nii pernah mengatakan bisa jadi blog adalah satu usaha para manusia untuk dikenali, atau lebih tepatnya karena ingin dikenali. yang lain berkata, sebagai ajang meraup ketenaran.
sebenarnya ketika menulis dalam blog, siapa yang kamu harapkan untuk membacanya? atau kepada siapa sebenarnya kamu menulis?
saya rasa itulah bedanya diary dengan blog. dengan kesadaran penuh kita mengetahui menulis diary adalah untuk konsumsi pribadi, yang pasti tidak ada orang lain selain diri kita yang diijinkan membaca. tapi blog?
melihat semua fasilitas yang blogger sediakan, tentunya kita secara langsung mengerti bahwa tulisan yang ditorehkan pun nantinya akan menjadi milik publik.
mungkin seperti hakekat menyanyi, sebenarnya ketika nge-blog kita tidak lagi hanya sekedar berbagi, namun lebih jauh kita sedang memberi.
saya sendiri masih meraba-raba eksistensi blog saya. dengan campur-aduknya posting yang ada, mulai dari tulisan yang harusnya disimpan sendiri, hingga prosa-prosa melankolis yang pernah saya 'terbitkan'; semuanya mengarah pada satu proses pencarian.
“Dengan membuat sendiri setiap posting, mengumpulkan setiap remah ide menjadi bangunan utuh, kita bisa belajar banyak tentang proses. Proses memberi kita kesalahan, dan pelajaran. Ia menempa kita menjadi seorang blogger yang lebih baik, lebih baik lagi, dan lebih baik lagi.”
kalimat Ndoro Kakung -seorang advans blogger; itu mengizinkan saya untuk kembali bangkit dan melangkah.
entah apa isi posting-posting saya berikutnya ke depan, mungkin masih akan tanpa arah, namun satu hal yang saya tahu kini: ketika nge-blog saya juga sedang berbicara. bukan pada tembok, namun kepada seseorang, atau beberapa orang.
mari bersama-sama berproses untuk belajar berbagi dengan lebih banyak memberi.
sesuatu yang tidak hanya 'ada', tetapi juga berisi, bahkan membekas.
bukan hanya untuk sekedar menambah angka pada counter box atau memenuhi comment box, namun juga untuk menambah dan memenuhi pikiran dan hati manusia lainnya, lewat bisikan tulisan kita yang mungkin masih terdengar begitu lirih.
selamat berbagi, dan jangan berhenti :)
xxx







